Postingan

Hubungan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dengan Agama Nasrani

Gambar
Perjumpaan dengan Pendeta Bahira Sebelum menjadi Nabi dan Rasul, Muhammad telah bertemu dan berhubungan dengan orang-orang Nasrani. Ketika masih berusia 12 tahun, Nabi dibawa serta Abu Thalib berdagang ke Syam hingga sampai di satu tempat bernama Bushra yang masih termasuk wilayah Syam dan merupakan ibu Kota Hauran. Di negeri ini dikenal seorang Rahib (pendeta) yang bernama Bahira. Ketika rombongan tiba, dia langsung menyongsong mereka padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal itu, kemudian berjalan di antara mereka hingga sampai kepada Nabi Muhammad lalu memegang tangannya dan berkata, “Inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Tuhan alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta ini.” Bahira mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian tulang rawan pundaknya yang berbentuk seperti apel. [1] Dan ini tercantum dalam kitab suci agama Nasrani. Bahira menjamu mereka secara istimewa. Setelah itu, dia meminta kepada Abu Thalib agar memulangk...

Dakwah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam di Mekah dan Tantangannya

Gambar
Dalam menjalankan dakwahnya di Mekah, ada dua fase yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi dan dakwah secara terang-terangan. Dakwah secara sembunyi-sembunyi Nabi Muhammad saw. memulai dakwahnya setelah menerima perintah Allah swt. “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan dan Tuhanmu agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah dan perbuatan dosa tinggalkanlah dan janganlah kamu member (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (QS. Al-Mudatsir: 1-7) Pada mulanya Nabi saw. berdakwah kepada orang-orang terdekatnya, kemudian kepada sahabat-sahabat karibnya. Dia menyeru kepada agama Islam. Beberapa anggota keluarga dan sahabatnya memenuhi seruan Nabi. Mereka antara lain Khadijah, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Bakar al-Shidiq. [1] Kemudian Abu Bakar juga mengajak beberapa orang masuk Islam di antaranya adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abd ...

Kemajuan Peradaban di Cordova

Gambar
Cordova sebagai ibukota pemerintahan Ketika Spanyol masih di bawah pemerintahan kerajaan Goth, ibukota pemerintahan berada di kota Toledo yang berada di bagian utara Andalusia. Ketika umat Islam berhasil menaklukkan Andalusia, mereka melihat bahwa Toledo terlalu dekat dengan Prancis yang merupakan negeri Kristen yang dapat memberi bahaya bagi mereka. Umat Islam memilih Sevilla sebagai ibu kota. Akan tetapi, pada masa gubernur al-Hurr ats-Tsaqafy kemudian memindahkan ibukota dari Sevilla ke Cordova. Sejak itu Cordova tetap menjadi pusat pemerintahan di masa Dinasti Umayyah Spanyol. Perkembangan Peradaban Cordova adalah kota yang dijadikan sebagai ibukota pemerintahan pada masa Dinasti Umayyah di Spanyol (Andalusia). Kota ini ditaklukkan oleh Thariq bin Ziyad ketika memasuki negeri Andalus. Cordova terletak di tepian sungai Wadi al-Kabir. Pada pertengahan abad k-4  H (10 M), Cordova berubah menjadi kota modern dan metropolitan. Di  masa Abdurrahman ad-Dakhil jumlah masjid di Cor...

Kecerdasan Khalifah Al-Makmun Dalam Perkara Warisan

Gambar
Suatu saat seorang perempuan datang mengadu kepada khalifah al-Makmun bahwa ia dizhalimi. Perempuan itu berkata, “Saudara saya meninggal dengan meninggalkan harta sebanyak 600 dinar. Setelah ahli waris berkumpul untuk pembagian warisan, saya mendapat satu dinar. Maka saya datang melaporkan kasus ini kepada engkau. Karena tidak masuk akal kalau saya hanya memperoleh satu dinar.” Al-Makmun berfikir sejenak lalu ia berkata kepada perempuan itu bahwa pembagian itu sudah benar seperti itu. Beberapa ulama yang hadir berkata, “Bagaimana engkau bisa menyatakan seperti itu wahai Amirul Mukminin?” Setelah menunduk sejenak, ia membuka percakapan dengan si perempuan “Saudaramu tidak punya saudara laki-laki?” Tanya khalifah. “Benar” jawabnya. Al-Makmun berkata, “Saudaramu meninggalkan dua anak perempuan, maka mereka mendapat dua pertiga, yakni 400 dinar. Allah berfirman, “Allah berwasiat kepadamu tentang (pembagian harta waris untuk) anak-anakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagi...

Kemajuan Peradaban di Baghdad bag.II (Perpustakaan, Rumah Sakit, Pos)

Gambar
Perpustakaan Baghdad Baghdad memiliki perpustakaan terkenal yaitu Perpustakaan Baitul Hikmah. Perpustakaan Baitul Hikmah didirikan oleh Khalifah Abu Ja’far al-Manshur. Ia menempatkan di dalamnya buku-buku yang berkualitas b e rbahasa Arab dan terjemahan dari bahasa yang berbeda-beda. Buku-buku disusun di atas rak-rak dan dapat diambil dan dibaca oleh siapa saja yang membutuhkannya. Kemudian di masa Khalifah Harun ar-Rasyid, ditambahkan pula di dalamnya manuskrip-manuskrip kuno. Setelah masa Ar-Rasyid, khalifah Al-Makmun menambah jumlah buku yang ada di perpustakaan Baitul Hikmah. Ia mengirim utusan ke Konstantinopel untuk membeli buku sebanyak-banyaknya. Terkadang, dia sendiri yang membeli buku dan mengirimnya ke Baitul Hikmah. Ini menunjukkan perhatian para Khalifah Abbasiyah terhadap ilmu dan pengetahuan. Selanjutnya, Baitul Hikmah berkembang pesat dan menjadi pusat penerjemahan, penelitian, dan penulisan. Khalifah al-Makmun juga mendatangkan para penerjemah, penyalin, dan para penul...