Hubungan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dengan Agama Nasrani
Perjumpaan dengan Pendeta Bahira Sebelum menjadi Nabi dan Rasul, Muhammad telah bertemu dan berhubungan dengan orang-orang Nasrani. Ketika masih berusia 12 tahun, Nabi dibawa serta Abu Thalib berdagang ke Syam hingga sampai di satu tempat bernama Bushra yang masih termasuk wilayah Syam dan merupakan ibu Kota Hauran. Di negeri ini dikenal seorang Rahib (pendeta) yang bernama Bahira. Ketika rombongan tiba, dia langsung menyongsong mereka padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal itu, kemudian berjalan di antara mereka hingga sampai kepada Nabi Muhammad lalu memegang tangannya dan berkata, “Inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Tuhan alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta ini.” Bahira mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian tulang rawan pundaknya yang berbentuk seperti apel. [1] Dan ini tercantum dalam kitab suci agama Nasrani. Bahira menjamu mereka secara istimewa. Setelah itu, dia meminta kepada Abu Thalib agar memulangk...